Hidup bukan tentang apa yang kita mau
oke, langsung aja, lama ga ketemu, kenalin, aku alya yang suddah bersuia 21 tahun. siapa yang dulu pernah nargetin 21 tahun uda nikah? mana nih suaranya ? temen temen SMA dan guru BK yang menganggap wanita umur 21 harus sudah menikah. kuakuin kalian kolot.
aku yang sekarang terbilang sangat santai, bahkan target target kehidupan emas yang kudambakan dulu kubiarkan mengalir begitu saja. contohnya di titik ini. aku melihat teman teman atau bahkan musuh bebuyutanku semasa sekolah SMP dulu sudah jauh dari kata baik dan indah pada hidupnya sekarang. yah, kondisi dan keadaan takdir kita tidak bisa memprediksinya. dan yah, hidup bukan tentang apa yang kita mau.
aku alya, 21 tahun, masih kuiah semester 5 yang kadang niat ga niat buat kuliah. dan yap, aku masih kerja, juga terbilang niat ga niat. kenpa? aku kahir akhir ini sering telat. sering izin, dan bahkan pernah bolos buat sesuatu yang menurutku sekarang itu tidak berharga. dan yang perlu kalian ketahui, aku sudah ga basket, jauh dari kata aku bisa basket sekrang, fisik lemah, fundamental makin menurun, dan yang sangat disayangkan aku kehilangan minat basket itu. club ku sekrang terbilang sangat sangat keren. target jelas, latihan keras. tapi yang sangat disayangkan, minatku hilang. aku menyayangkannya.
aku mau tidak mau dipaksa untuk terus bekerja, latihan, dan memenuhi kewajiban aku sebagai mahasiswi dengan tuntutan segla peraturan untuk lulus tepat waktu. oiya aku jauh dari rumah ya guys, bcs ada problem di keluarga aku yang terbilang cukup rumit, makanya mau tidak mau aku menjadi yang sekarang ini.
kukubur dalam dalam mimpiku menjadi atlet basket yang dapat dibanggakan pelatih dan teman teman satu tim itu untu menjalani kehidupanku yang sekrang. aku sudah tidak dibiyayai oleh orang tua ku. makanya aku bertanggung jawab penuh untuk menjalani kehidupanku agar bisa bertahan hidup. pilihanku kadang melenceng dengan norma yang ada di negara ini. tapi entahlah, aku merasa aku harus melakukan itu agar aku tetap waras menjalani kehidupanku yang sperti ini.
aku sangat sangat iri bisa bermain dengan teman teman, bermain basket hingga larut malam tanpa mengkhawatirkan besok harus bekerja, dan bisa santai tanpa memikirkan keuangan yang perlu dijaga setiap harinya. tapi kembali lagi, hidup bukan tentang apa yang kita mau. menyebalkan.
rekan rekan kerja ku terbilang sangat menyebalkan, terkadang mereka seenaknya sama aku, ya mungkin aku keliatan oon tak gampang dibodohin. dan aku membenci sikapku yang terlalu penurut dan ga enakan ini. makanya orang orang kadang se enaknya kalo kita tu ga enakan sama mereka. sial.
rumahku juga akan kukatakan toxic. mereka ga biayain kuliah ku, uang jajan ku, bahkan uang buat aku makan dan minum. tapi mereka menyuruhku cepat lulus kuliah. dan mengejar 3.5 tahun itu. oh tuhan, berikan aku kepintaran yang sangat luar biasa itu.
aku jarang sekali punya teman dekat. dan sekalinya udah punya pasti ya itu itu saja, karena aku sangat tidak bisa memaksakan yang bukan gaya hidupku mengikuti gaya hidup mereka. karena ya, keuangan kehidupan ku aku yang memegang kendali penuh.
pacarku baik, dan dia kadang mebuatku kesal, wajar namanya juga hubungan. semoga aku harap bisa tetap stabil. dan bisa diberikan yang terbaik apapaun jalannya.
teruntuk diriku yang akan datang semoga kau masih tetap sehat dan waras dan mimpi mimpimu yang sekrang tenggelam kelak kau akan mendapatkan gairah untuk mengejar mimpi mimpimu itu. didunia ini tidak ada kata tertinggal, terlambat, atau bahkan musnah harpan, tapi liat kembali dirimu itu. kau punya potensi, dan kuncinya manfaatkan potensimu itu.
Komentar
Posting Komentar