berjalan

di akhir januari ini, aku ingin menyampaikan pesan kepada mu. aku tau bahwa sebaiknya kukatakan dan ku kirimkan langsung untukmu, tapi aku sadar bahwa pamitku atau kabarku kau tak menginginkannya lagi. walaupun kau tak mengucapkannya secara langsung, tapi sikap mulah yang menjelaskan semuanya.

Hei, terbanglah setinggi-tingginya. biar kusaksikan kisahmu dari sini saja. cukup kulihat dan kudengar saja. tanpa berkomentar apapun. karena ucapan semangat atau bantuan apapun itu, kau pasti tak menginginkannya dan tak peduli. mungkin yang kau butuhkan adalah ruang untuk diri sendiri, musik, peralatan desain, dan mimpimu. entah akan seperti apa kisahmu nanti, semoga itu sesuai apa yang kau mau. 

aku hanya iri, kenapa kisah kita saat itu berjalan dengan menyesuaikan moodmu saja ya? bukan kah kita berdua lah pemeran utamanya? lantas jika kau memutuskan untuk sulit dihubungi dan tidak mau memberi kabar, bukankah akan lebih baik kalo aku tidak menunggumu lagi? 

kau bilang kau ingin sendiri kan? hei.. sendirilah, nikmati hidupmu. kali ini aku lelah, aku lelah memaklumi dan memahi semuanya. biarkan aku juga memilih apa yang ingin aku lakukan. kumohon, jangan datang dan merengek kepadaku lagi ya? aku akan sangat benci jika lagi lagi aku diabaikan begini. 

kali ini biar waktu yang akan menghanyutkan semuanya. 
dan aku berharap, dipertemuan yang akan datang selanjutnya aku bisa melihatmu tanpa ada rasa sedih, kecewa, berharap, atau bahagia sekalipun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Muak

Presetan di kepala

dua sisi di awal bulan akhir tahun